Ini Yang Harus Direncanakan Sebelum Menikah!

Sebagai orang yang hendak menikah, saya mengalami banyak hal yang cukup menantang, terutama dari sisi finansial. Siapa pun tentunya akan merasakan sama seperti apa yang saya rasa saat hendak membawa hubungan dengan pasangan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu sebuah pernikahan yang sakral.

Namun berbicara mengenai pernikahan ini sendiri tentunya ada banyak sekali hal yang harus dipikirkan secara matang. karena menikah tak cukup hanya dengan rasa saling mencintai saja, melainkan juga ada banyak sekali beban tanggungan di masa yang akan datang, harus dipikirkan mulai dari sekarang. Oleh karena itu perencanaan manajemen keuangan juga harus dilakukan dengan jelas.

Sebenarnya memikirkan perencanaan keuangan saat menikah ini sudah harus dipikirkan oleh siapa saja yang usianya menginjak 20 tahun ke atas, usia mayoritas masyarakat Indonesia banyak yang sudah mulai memikirkan tentang pernikahan. Membina hubungan rumah tangga bersama dengan orang yang dicintai. Agar nantinya Anda siap untuk menikah maka berikut ini setidaknya langkah-langkah dalam mengatur atau mengelola keuangan yang sudah harus mulai Anda persiapkan dari sekarang, yaitu:

  1. Mengenali kondisi keuangan saat ini dan mulailah untuk membuat proyeksi finansial kedepannya, hal yang penting untuk dilakukan adalah paham bagaimana dengan pemasukan Anda sekarang ini, uang yang didapatkan dari pekerjaan dan bagaimana cara untuk mengaturnya guna mewujudkan keinginan yang sifatnya sendiri adalah lebih besar, misalnya membangun bisnis.

  2. Harus ada tabungan, selain telah memiliki penghasilan yang tetap, maka hal lain yang tidak kalah penting harus dimiliki oleh Anda dan juga calon pasangan tersebut adalah tabungan, karena setelah menikah nantinya ada banyak sekali jenis kebutuhan yang harus dibeli, mulai dari tempat tinggal sampai dengan kendaraan, apalagi jika nantinya sudah memiliki buah hati atau anak.

  3. Mulai mengubah kebiasaan boros, mulailah untuk berhemat, setidaknya tinggalkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak penting, seperti shopping, ngafe dan sejenisnya yang hanya akan membebani pengeluaran Anda. Nantinya uang untuk kebiasaan-kebiasaan yang tidak penting tersebut dapat ditabung.

  4. Skor atau nilai kredit hendaknya sudah bagus sejak masih muda, memang tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak mudah sering kali dikenal sebagai kalangan dengan nilai kredit yang buruk, banyak hutang sana sini dan juga suka telat dalam membayar tagihan dan sejenisnya, jika skor kredit saja masih buruk, nantinya ketika sudah berumah tangga sangat besar kemungkinan untuk mengalami krisis finansial.

  5. Mulai mempertimbangkan memiliki rumah dan juga kendaraan, keduanya sangat penting untuk mendukung tuntutan kegiatan sehari-hari setelah menikah nantinya, sehingga tidak ada salahnya juga jika seandainya Anda sudah mulai mempertimbangkan untuk melakukan kredit rumah maupun kendaraan dengan pasangan.

Perencanaan keuangan di atas hendaknya sudah mulai Anda lakukan sekarang juga, dengan tujuan nantinya setelah menikah tidak harus menghadapi masalah-masalah finansial yang serius apalagi sampai berujung pada perpisahan.

Source artikel via Ilovelife.co.id